Tuesday, August 10, 2010

ahlan wasahlan ya Ramadhan^^,


Narrated Abu Huraira: Allah’s Apostle said, “When the month of Ramadan starts, the gates of the heaven are opened and the gates of Hell are closed and the devils are chained.”
~Sahih Bukhari~


Selamat menjalani ibadah puasa^^,

Abu Huraira related that the Prophet (peace and blessings be upon him) said: Whoever fasts during Ramadan with faith and seeking his reward from Allah will have his past sins forgiven. Whoever prays during the nights in Ramadan with faith and seeking his reward from Allah will have his past sins forgiven. And he who passes Lailat al-Qadr in prayer with faith and seeking his reward from Allah will have his past sins forgiven (Bukhari, Muslim).

Anas related that Rasulullah said: Take the Suhoor meal, for there is blessing in it (Bukhari, Muslim).

Friday, July 23, 2010

ibu saya seorang pembohong

Ibuku Seorang Pembohong?
buat renungan bersama

Ibuku Seorang Pembohong ?

Sukar untuk orang lain percaya,tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian. Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.

PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : ""Makanlah nak ibu tak lapar."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.

Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan."

PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : "Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : "Minumlah nak, ibu tak haus!!"

PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu... Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga.. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : "Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : "Jangan susah-susah, ibu ada uang."

PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; "Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang."

PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : "Jangan menangis nak, ibu tak sakit."

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya.

Anda beruntung karena masih mempunyai orangtua... Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, 'Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah.' Tapi tidak saya lakukan, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu.......
Tulisan ini kiriman seseorang, sangat menyentuh... terima kasih


~ku terima kiriman ini daripada seorang temanku melalui fb~
p/s: sekadar berkongsi cerita

Wednesday, June 9, 2010

Ummati... ummati.. ummati..

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam, "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tetapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam." kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian dia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?".

"Tak tahulah ayahku, baru sekali ini aku melihatnya." tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah manatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian ingin dikenang.

"Ketahuilah, dia yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut." kata Rasulullah S.A.w. Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan mengapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu di dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu- pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu." kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" tanya Jibril lagi.

" Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul! Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi sesiapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh baginda bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. " Jibril, betapa sakitnya sakaratul naut ini." perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

" Jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya Rasulullah kepada malaikat penghantar wahyu itu.
" Siapakah yang sanggup melihatkekasih Allahdirenggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya, " Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku (peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu)."

Di luar pintu, tangis mulai dengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummati... ummati... ummati.." - " Umatku... umatku... umatku..."
Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya??
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita... (^^,)

*****************************************

(Arab)

C/O
Sungguh mulianya pekertimu
Sinar bercahaya di wajahmu
Kaulah Nabi kekasih Allah
Kau jadi insan pilihan

Demi umat rela berkorban
Jiwa dan raga kau taruhkan
Demi Tuhan kau tempuhi
Dugaan dan cabaran

Ya Rasulullah?

Tika mula kau menerima wahyu
Hatimu resah tiada menentu
Khadijah mengukir kata-kata
Bahwa kau Rasul buat seluruh umat
(Bahwa kau Nabi buat seluruh umat)

Bila kau hampir memejamkan mata
Lidahmu basah menyebut ummati
Kasih sayangmu tak bisa digambar
Hanya selawat pengikat kasih
mestica_siratunnabi

Tuesday, June 8, 2010

istimewanya mereka...

11th May 2010
Today we were going to the Sekolah Pendidikan Khas Setapak from UiTM Shah Alam at 11o’clock. We go there because to do a screening test for the blindness students there. There are only 100 respondents in our test. They are classified into two classes; 1) B1, and 2) B2 which is the B1 is totally blind while the B2 is partially blind (blur visual). The test that we were doing for them including body mass index (BMI), basketball throw (chest and overhead pass), star jump, run (20m, 40m, and 80m), and other few tests that I forgotten. All about the test for me is important but there is something more important when being there…

Perbualan pertama:

A:“ jap gi ko nak buat pe?”
B: “ Jom baca buku..”
A: “Tak mau..”
B: “Jom tengok wayang?”
A: “Hahaha…”
**A: Blindness student, B: not blindness student


Perbualan kedua:

A: “Jap gi ko jadi imam eh?”
B: “Ok2... boleh..”
**A and B: Blindness students

Itulah antara perbualan anak-anak yang belajar di sekolah itu yang sempat diri ini “catch”=) Tersenyum sendiri mendengar perbualan dan melihat telatah mereka=)

Kagum diri ini pabila melihat segala pengurusan diri mereka lakukan sendiri. Tinggal di asrama bersama teman-teman seperjuangan yang senasib. Kagum!!=) Apabila tiba waktu solat Zohor masing-masing tergesa-gesa untuk mengambil wudhuk dan terus menuju ke surau. Solat berjemaah! Buat pertama kali berjemaah bersama anak-anak seperti itu=) Rasa ketenangan hadir di situ… Terasa panas kelopak mataku. Namun, ku tahan supaya empangan itu tidak pecah. Kemudian ku hulur tangan untuk bersalaman namun salam ku tidak bersambut.. Diri ini terlupa kekurangan mereka di dunia yang hakiki ini… namun ku dekati seorang lagi pelajar di situ, bersalam dan berpelukan. Terasa seperti dirinya tidak mahu melepaskan diri ini. Barangkali rindukan keluarga nun jauh di Kelantan.


salah sorang dari peserta

Surah Yassin dalam tulisan brail

"basketbal throwing"

adik-adik mendengar taklimat

sesi taklimat

team penganjur SR223


P/s: Biarlah kekurangan di sini menjadi saham di sana nanti… Di dunia inilah kita bercucuk tanam semoga mendapat hasil tuaian yang baik dan hebat di akhirat kelak.. Ameen... (^^,)

Sunday, May 9, 2010

kHaS bUat iBu^^,

Wahai ibuku yang tersayang
Dirimu permata gemilang
Kau menyinari hidup kami semua
Yang dahagakan kasih sayangmu

Duhai ibuku sayang kaulah bunga di taman
Akanku petik dan ku semai di hati
Engkau ibu mithali jasamu tak bertepi
Oh ibu... kau tetap di hati

Wahai ibuku yang tersayang
Kau umpama bintang gemerlapan
Kau menyerikan keluarga idaman
Yang memerlukan belai kasihmu

Duhai ibuku sayang redhailah kami
Anak-anakmu ini demi syurga abadi
Maafkanlah kesalahan kami
Halalkanlah makan minum kami
Engkau ibu mithali jasamu tak bertepi
Moga hidupmu Allah memberkati
amal_ibuku sayang

Buat ibu-ibu di luar sana, especially buat ibuku (Norliza Baharom)...
"SELAMAT HARI IBU"

Hari-hari adalah hari ibu..=)
"Mak, akan ku kotakan janji-janjiku padamu!!"
"Limpahan kasih sayangmu selautan rinduku"
kaulah ratu hatiku...........

link to:
http://hafizfirdaus.com/ebook/Ayah_Ibu/ibubapa%20sunnah%203.htm

teristimewa buat ibuku....

Friday, May 7, 2010

ice skating!!!!

What do u think about ice?? Ice-cream?snow?coOl?hOt? haha... i'ts up to u...(^^,) But for me its fun!! Just imagine if u got very delicious+ superb ice-cream....waa~ like dis!=) one thing more is ice skating.. waa~ gain exited! hmm... Let we jump to the high altitude topic. one week before study week, my course group ( athtletic training, Dr. Anuar Suun) had invited one of the everest climbers, Mr. Ahmad Reduan bin Rozali to talk about his experience there. So exited hear about that. Seems like to go there.!Actually high altitude is the one of the topic that we should learn in athletic training course. So, that's why we invited him which wanted to be known as Abang Mat to share his knowledge and experience with us. We learn more about causes, prevention, potential diseases which related to the high altitude which we know that the temperature there is too low and lower the the temperature. Just for intro...hehe

Back to my main topic... Last weekend my classmate and i were going out to Sunway Pyramid. Not to have a movie but ice skating, For me, doing an activities/play give more satisfacfaction rather than seat and only look at the screen in front of... eventhough there is the best movie, i prefer going out and have some activities=) Moreover, movie can be watch at home/room... So lets play!(^^,)/


I think i got carpal tunnel syndrome and ankle sprain is absolutely. First time i can feel when got carpal tunnel syndrome. Like dis!=) Ankle sprain is commonly had it..Carpal tunnel syndrome is the pressure on the median nerve which is the nerve in the wrist that supplies feeling and movement parts of the hand. It can leads to numbness, weakness, or muscle damage in the hand and fingers. I got it because repetitive pressure on the median of my hand when trying to 'tahan' my body when falling down on the ice. Fuhh.. pain but like it!hehe... whatever, should care about your back when falling down. Try to avoid falling from back because it is very dangerous to your spine. Watch out k...

carpal tunnel syndrome


For the conclusion, what ever you go must consider about your safety and health and also yourself... (^^,) Luv pain..


Saturday, May 1, 2010

Wajah Suci itu...

Wajah suci itu tidak berdosa
Mengapa dia dibiar begitu saja
Sedih pilu menatap rupanya
Kaku terdampar di lembah hina

Apa dosanya si kecil itu
Belum sempat dia memanggil ibu
Sampai hati engkau dizalimi
Oleh mereka yang tiada simpati

Tubuh kecil itu mahu dihargai dihormati
Dimakamkan dia bukan dibuang sesuka hati
Dimanakah nilai ehsan insani
Apa dosanya si kecil itu

Kerana kasih tersasar tujuan hidup
Hingga lahir zuriat yang bukan pilihan
Buntu tiada jalan penyelesaian
Lalu si anak dibuang di jalanan
(Mengapa tiada simpati dan kasihan)

Sayu hati melihat nasib dirimu
Bagai tiada nilainya di sisi
Wajah sucimu telah dinodai

Namun lahirnya ada nilainya
Di sisi Allah engkau mulia
Bagai kain putih kau tiada dosa
Bertaubatlah mereka yang hina
~wajah suci_mestica~

Allahuakbar.. Tersentap tangkai hatiku pabila pertama kalinya mendengar lagu ini. Sedih mengenangkan nasib anak-anak kecil yang tidak berdosa itu. Sakit hati tatkala saban hari semakin banyak berita tentang pembuangan bayi kudengari. Lagi tersentuh pabila melihat sendiri gambar wajah suci itu terbaring kaku. Cukup lengkap semuanya... Subhanallah... Comel!! Terdetik di hati, " Bagi saja baby tu ke aku lagi baik dari buang." At least, letaklah di depan rumah orang ke... Ini tak, sanggup dibiarkan anak itu mati digigit semut... Sadis! Bayangkan kalau wajah suci itu berumur 2tahun, alahai comelnya melihat si kecil itu berlari ke sana ke mari dengan aksi nakal dan lucunya... Ya Allah, tak dapat diri ini gambarkan betapa menyesalnya membuang bayi itu. Sungguh! Sungguh kejam!!

~Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Allah S.W.T.~

Tuhan, ku harapkan
Kepada-Mu, keampunan
Keredhaan, kasih sayang
Kehidupan terpelihara

Hati yang dahaga
Mengharapkan sinar cinta
Nur kasih-Mu yang sejati
Bahagia kekal abadi

Tapi engkau pun tahu
Onak dan duri pada dunia-Mu
Engkau ciptakan pagar rintangan
Harga cinta-Mu jiwaku koban

Tuntun langkahku ini
Tunjukkan jalan yang Kau redhai
Jangan biarkan hamba terkorban
Dengan dunia

Selamatkan dengan rahmat-Mu
Nama-Mu biar dalam hatiku
Menanti hari di pertemuan yang abadi
~Yang Abadi_Mestica~

p/s: kecewa tak dapat tengok perkembangan si kecil kat umah...rindunya=(